Tag Archives: resepsi

Barangkali lupa

​Sewaktu kecil kita diajari untuk makan dalam keadaan duduk, oleh guru TK dan guru SD, maupun guru TPA. Tidak boleh makan dalam keadaan berdiri, apalagi berjalan. Bahkan mungkin ada yang sampai dihukum kalau ketahuan. Nampaknya ajaran ini perlahan dilupakan seiring bertambahnya usia. Ini saya perhatikan dalam setiap menghadiri acara resepsi pernikahan. Ada beberapa bahkan cukup banyak tamu undangan yang berdiri saat menyantap makanan dan minuman. Dipandang kurang nyaman dan kadang nyrimpeti tamu lain saat mengambil hidangan.

Memang kadang ada penyelenggara yang hanya menyediakan seuplik tempat duduk, tapi bukan berarti tidak ada kan ya, bisa diusahakan untuk mencari tempat yang bisa diduduki. Coba kita kembali mengingat pelajaran dari guru kita soal adab makan. Sedikitnya beberapa hal ini yang diajarkan, yaitu berdoa sebelumnya, dalam keadaan duduk, pakai tangan kanan, dan mulai dari yang terdekat. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Sang Baginda. Beliau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai anak muda, sebutlah Nama Allah (bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.”

Soal minum, memang ada penjelasan berbeda. Kebetulan ada pembahasan seorang guru yang saya catat. Pertama, terdapat hadits larangan minum dalam keadaan berdiri seperti tertulis dalam Bulughul Maram, bab Kitabul Jami’. Kedua, terdapat hadits lain yang menunjukkan adanya riwayat Nabi minum dalam keadaan berdiri. Hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa saat minum air zam-zam, Nabi dalam keadaan berdiri. Ada pula hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau (Ali) suatu saat minum dalam keadaan berdiri, kemudian ada komentar dari sahabat lain, “Kenapa dalam keadaan berdiri?” Ali menjawab, “Sungguh, aku pernah melihat Nabi minum dalam keadaan berdiri.” Kesimpulannya yaitu minum dalam keadaan berdiri itu ora ilok, jauh lebih utama duduk. Hukumnya makruh.

Nah, barangkali kemarin lupa soal adab makan ini, termasuk saya, maka tulisan ini mencoba mengingatkan. Berikutnya mari cari tempat duduk, lalu santap dengan khusyuk. Nak nan.

Jogja, 27 Desember 2016

Advertisements