Kepolosan Anak-Anak

​Suatu saat saya bertanya, “Adek-adek, coba tuliskan nama bapak atau ayah atau papamu di bukumu masing-masing!”

Lalu ada yang tanya, “Nama panggilan boleh mas? Aku nggak hafal nama panjangnya e.”

“Oke, nama panggilan juga boleh.”

Setelah dikumpul, saya lihat buku bocah tadi, ternyata yang ditulis adalah “BAPAK.” Heu. 😅 Bener juga sih dia manggilnya gitu. 

Padanya kita belajar tentang kepolosan.

Jogja, 27 November 2016

Advertisements

Hati-hati

​Mengingat secuil isi khutbah pada suatu jum’at.

Taqwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Suatu saat Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu bertanya kepada Ubay bin Kaab radhiyallahu’anhu, “Ya Ubay, apa itu taqwa?” Ubay bin Kaab menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimana kau berjalan di jalan yang penuh duri?” Umar menjawab, “Aku akan berhati-hati.” “Itulah Taqwa,” sahut Ubay bin Kaab.

Taqwa juga berarti berhati-hati dalam menggunakan indera. Misalnya dalam menggunakan mulut atau mata. Tidak semua hal yang diketahui harus dikatakan. Pilih yang baik saja. Begitu juga dengan mata, menjaga apa-apa yang dilihat, menjaga pandangan.

Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Berbuat adillah dengan satu mulut dan dua telinga yang kau miliki. Hal ini menunjukkan bahwa kau seharusnya lebih banyak mendengar daripada berbicara.”

Dosa dengan rizqi

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullahu ta’ala suatu ketika ditanya oleh salah seorang lelaki, “Sesungguhnya aku melakukan banyak dosa, tetapi rizqiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.”
Sang Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau qiyamullail, wahai Saudara?”
“Tidak.” Jawabnya heran.
“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluk yang berdosa dengan memutus rizqinya niscaya manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh, dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamuk pun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang yang kufur kepada-Nya.” Sambung beliau, “Adapun kita orang mukmin, hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah subhanahu wa ta’ala.”

hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah subhanahu wa ta’ala

dinukil dari buku Rihlah Dakwah (Ustadz) Salim A. Fillah

Senja

Ada saat terbit, ada saat terbenam. Ada waktu fajar, ada waktu senja. Ada sunrise, juga ada sunset. Demikian pula ada masa muda, juga ada masa tua.

Terbenamnya mentari adalah pertanda bahwa hari telah usai. Sementara kalian, bagai mentari baru saja terbit yang perlahan menampakkan sinarnya. Maka sadari bahwa kalianlah sumber cahaya. Bersinarlah dan beri kehangatan pada dunia!

Agar yang berada di penghujung senja tak risau meninggalkan dan dapat terbenam dengan tenang.

Tetap berdoa

“Aku tidak peduli doaku terkabul atau tidak, yang terpenting adalah aku tetap berdoa.” Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.

Doaku untukmu takkan pernah putus. Tenang saja. Doaku untukmu, “Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat.”

aib diri.

Alhamdulillah. Mari bersyukur jika sampai saat ini masih dihargai orang lain. Dihargai orang lain itu bukan karena kecerdasan, kekayaan, maupun kebaikan yang ada pada diri. Akan tetapi, itu merupakan kebaikan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah masih berkenan menyembunyikan aib. Tidak bisa dibayangkan seberapa celakanya jika Allah tampakkan aib pada orang lain, takkan ada yang mau berteman, bahkan sekadar mendekati pun mungkin tak sudi.

#ntms

ditulis ulang pada 2 Mei 2016

memulai salam.

Ketika kita bertemu, semoga kamu sedang berada pada posisi berjalan sementara aku duduk, atau kamu sendirian sementara aku bersama rombongan, atau kamu berkendara sementara aku jalan kaki. Agar bukan aku yang dianjurkan memulai memberi salam. ehe.

hadits ke-7 dalam kitabul jami’ (bab adab dan kesopanan) Bulughul Maram min Adillatil Ahkam;

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” Muttafaq Alaihi.
Menurut riwayat Muslim: “Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan.”

ditulis ulang pada 2 Mei 2016