Bocah

Rabu lalu saat akan shalat zhuhur di suatu masjid, saya merekam sebuah kejadian yang bisa diambil pelajaran, khususnya untuk saya. Waktu itu selesai saya wudhu, saat keluar dari bilik perkeranan ada seorang bocah tampak sedang akan melepas sepatunya. Kira-kira usianya baru 4 atau 5 tahun. Usia-usia TK gitu lah. Saat sedang melepas sepatu sebelah kanan, dari kejauhan dia dipanggil oleh seseorang yang kemudian saya ketahui merupakan bapak dari bocah tersebut.
“Le, ayo!” ujar sang bapak.
“Sholat ndisik Pak!” jawab si bocah.
“Ayo ayo.” sahut bapaknya lagi sambil ngawe-awe mengajak si bocah mendekat.
Si bocah pun memakai kembali sepatunya dan menuju ke arah sang bapak sambil berkata, “Bapak ki mbok sholat. Bapak kapan sholate?”
Sang bapak tak menjawab dan terlihat seperti ke-skakmat dengan pertanyaan itu. Si bocah beberapa kali melontarkan pertanyaan yang hampir sama, lalu sang bapak mengajak masuk si bocah ke sebuah rumah.
Saya kagum kepada bocah tersebut. Bocah sekecil itu sudah mampu berkata demikian. Tandanya sudah ada ilmu padanya. Walaupun akhirnya tidak jadi sholat, tetapi perkataannya –dugaanku– cukup mengagetkan sang bapak, terlihat dari raut mukanya.
Semoga si bocah menjadi lelaki shalih berilmu yang senantiasa mendoakan orangtuanya. Semoga sang bapak menjadi seorang yang selalu meningkat kadar keimanan dan ketakwaannya pada Allah. Semoga Allah beri taufik pada kita.

Jogja, 17 Januari 2016

Advertisements

One thought on “Bocah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s