Produktif.

Berbagai fasilitas dan sarana yang tersuguh di hadapan kita seringkali berpengaruh pada karya yang kita hasilkan. Namun, pengaruhnya sering tidak linier. Tidak selalu semakin lengkapnya fasilitas dan sarana, semakin produktif berkarya. Atau semakin minim fasilitas dan sarana, semakin tidak produktif. Tidak selalu. Ada yang memiliki fasilitas dan sarana yang sudah lengkap, tetapi justru jauh dari produktif. Termasuk saya. Saya menganggap fasilitas dan sarana yang ada di hadapan saya sudah lengkap. Kendaraan ada, asupan gizi jelas terpenuhi, tempat istirahat (rumah) selalu welcome menampung, laptop ada, hape punya, dan sebagainya. Namun, jauh dari produktif. Lalu, apa yang salah?

Saya mengamati, kebanyakan orang yang produktif itu adalah yang fasilitas dan sarananya terbatas. Mungkin saja karena keterbatasan fasilitas dan sarana itulah yang membuat mereka bersyukur, kemudian memanfaatkan fasilitas dengan optimal. Sementara yang lengkap dengan uba rampe sedemikianrupa jauh dari produktif karena kehilangan rasa syukur, lalu terlebih sering santai, terlalu banyak tidur, literatur pun hanya disawang tanpa pernah terbuka lembarannya. Memang tidak semua begitu, tetapi tidak berlebihan jika saya bilang kebanyakan orang. Memang tidak semua begitu. Saya takjub kepada seorang Ustadz di Jogja ini yang saya nilai dari hari ke hari makin produktif, terutama dalam memanfaatkan teknologi. Dalam setiap majelis, beliau membawa iPad sebagai sarana yang membantu, terlebih saat bertayangan proyektor. Kitab-kitab tafsir maupun hadits beliau unduh lengkap. Beliau menghasilkan banyak makalah dengan sarana tersebut. Beliau juga memiliki majelis dan jadwal mengajar yang begitu padat, baik rutin maupun insidental. Belum lama ini beliau juga diminta menjadi pembicara untuk membedah buku di Jogja Islamic Book Fair, artinya, buku yang akan dibedah tersebut sudah ditamatkan sebelumnya. Bahkan hingga bisa mengetahui kualitas bahasa yang digunakan penerjemah (kebetulan waktu itu yang dibedah adalah buku terjemahan) dan hingga menelusuri rekam jejak penulisnya. Betapa produktifnya. Fasilitas lengkap dan produktif. Luar biasa.

Kita sering berkeinginan suatu hal yang kita kira dengan memiliki hal tersebut bisa menjadikan lebih produktif. Misal nih, “Kalau saya punya barang itu (menunjuk iPad) pasti jadi lebih gampang nyari literatur buat skripsi. Ntar sambil ikut main temen bisa nyambi ngerjain skripsi deh, kan lebih praktis bawanya.” Nyatanya pas Allah beri rejeki lalu berhasil memilikinya malah banyak ngunduh game dan aplikasi yang jauh dari tujuan awal. Pernah mengalami yang serupa? “Sering Kakak..” 🙂

Sepertinya memang bisa saya simpulkan bahwa kuncinya ada pada rasa syukur. Syukur atas fasilitas dan sarana yang dimiliki. Dengan bersyukur akan ada upaya untuk memanfaatkan secara optimal, meski terbatas. Syukur atas gadget yang ada, syukur atas koneksi yang hampir tak pernah njegleg, dan syukur atas ide yang bersliweran di awang-awang barangkali menghasilkan blog yang lebih produktif. Barangkali.

Jogjakarta, 27 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s