Sensasi Merbabu (1)

Alhamdulillah bisa mulai nulis lagi. Nulis pengalaman saat aku dan 5 temanku (Rikzan “bejo”, Upek, Ma’ruf, Seto dan Bandang) melakukan pendakian gunung merbabu.

Pendakian ini dilaksanakan hari Jum’at – Sabtu tanggal 6-7 Agustus 2010, sekitar 4 bulan lalu. Kami berangkat dari basecamp pendakian ba’da asar (sekitar pukul 4 sore ding). Saat perjalanan, terdapat banyak cerita menarik.

inilah tahap awal pendakian

Di awal pendakian ini, kurang lebih 25 menit perjalanan, Seto muntah. Makanan yang dilahap sebelum mendaki keluar dari mulutnya. Kemungkinan karena perubahan suhu udara yang semakin dingin, ditambah kondisi tubuh yang panas karena perlunya energi untuk mendaki, ditambah lagi tepat sebelum mendaki dia makan banyak nasi. Atau mungkin juga karena kondisinya yang kurang fit pada saat itu. Entahlah mana yang menjadi penyebab utama.

Wah Seto lara ki, ketoke raiso neruske perjalanan. Batinku saat itu, sambil mencari tempat istirahat. Muntahan Seto memang cukup banyak. Biasanya muntah itu awal mula terjadi sakit. Namun, tidak untuk Seto. Setelah istirahat sebentar dan minum beberapa teguk air mineral, dia mengajak untuk meneruskan perjalanan. Uniknya, dia sekarang memiliki semangat berlipat untuk mendaki. Dengan etelnya dia menerobos semak dan menjejaki tanah dan bebatuan yang semakin meninggi.

pemandangan saat pendakian sesaat sebelum sunset

Sebelum kami sampai di pos 1 pendakian, terdapat pemandangan di sekitar itu yang menarik hati kami untuk memaksakan mulut ini mengucap Subhanallah dengan memandanginya. Kami beiristirahat sebentar, mengabadikan momen itu.

pemandangan saat pendakian

Sampailah kami di pos 1 pendakian merbabu. Kami melepas bawaan untuk menghela nafas panjang dan meminum beberapa teguk air mineral. Di pos 1 terdapat mata air yang muncul dari pralon kecil yang dibumpet kresek. Kami menghabiskan 3 botol air mineral 600 ml (nek ra salah) lalu diisi lagi dengan mata air tersebut. Tak lupa kami abadikan pemandangan saat itu (iki udu yo fotone?). Setelah matahari ditenggelamkan oleh penciptaNya (atau bumi yang diputar oleh penciptaNya?-ah ini masalah relativitas).

Semoga berlanjut.

akubelajarmenulis – karna menulis tak semudah menggerakkan conthong (nyonthong pun perlu belajar–aih apa apaan!)

Advertisements

2 thoughts on “Sensasi Merbabu (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s